lansia •

Mengembalikan Perawatan Lansia ke Rumah: Gagasan Home Care Geriatri Dr. dr. Nur Riviati dalam Evaluasi Pelayanan Minimal Kota Palembang

Admin
A

Admin

Mengembalikan Perawatan Lansia ke Rumah: Gagasan Home Care Geriatri Dr. dr. Nur Riviati dalam Evaluasi Pelayanan Minimal Kota Palembang

Model perawatan kesehatan yang berpusat pada rumah sakit (hospital-centric) perlahan terbukti tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas kebutuhan populasi lanjut usia. Memasuki usia senja, mobilitas sering kali menurun, menjadikan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan sebagai tantangan fisik dan psikologis tersendiri bagi lansia beserta keluarganya.

Merespons urgensi ini, Dinas Kesehatan Kota Palembang menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Usia Lanjut pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Aula Pertemuan Dinkes Kota Palembang. Forum strategis ini bertujuan untuk mengukur dan merekalibrasi kualitas pelayanan kesehatan program lansia agar tidak hanya mengejar target administratif, tetapi benar-benar menyentuh akar permasalahan di masyarakat.

Hadir sebagai narasumber utama adalah Dr. dr. Nur Riviati, SpPD, K-Ger, FINASIM, konsultan geriatri RS Mohammad Hoesin Palembang sekaligus founder Sehatinaja.com. Dalam kesempatan tersebut, beliau mempresentasikan gagasan visioner bertajuk "Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Geriatri Berbasis Home Care di Indonesia".

Pemaparan ini mendobrak paradigma lama. Dr. dr. Nur Riviati menekankan bahwa perawatan berbasis home care adalah jembatan vital yang menutupi kelemahan sistem SPM konvensional. Melalui home care, tenaga medis dapat melakukan Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) langsung di lingkungan sekitar pasien. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi risiko jatuh, modifikasi lingkungan rumah, pemantauan kepatuhan minum obat (polifarmasi), hingga evaluasi nutrisi yang lebih akurat—hal-hal yang kerap luput jika lansia hanya diperiksa belasan menit di ruang poli Puskesmas.

Sehatinaja.com melihat bahwa gagasan home care ini bukan sekadar wacana akademis, melainkan peta jalan masa depan. Integrasi antara layanan home care dengan pengawasan fasilitas kesehatan primer diharapkan mampu mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup lansia, menekan angka re-hospitalisasi, dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan hadir tepat di ruang keluarga mereka.