Seksualitas di Usia Senja: Membongkar Tabu dan Mitos Bersama Dr. dr. Nur Riviati di Hari Kesehatan Seksual Internasional
Admin
Bicara tentang seksualitas di usia lanjut sering kali dihadapkan pada dinding tebal bernama tabu sosial. Masyarakat—dan ironisnya, kadang sistem kesehatan itu sendiri—kerap menganggap bahwa hasrat, keintiman, dan kesehatan reproduksi adalah hak eksklusif usia produktif. Lansia yang membicarakan seksualitas sering kali dihakimi, dianggap tidak pantas, atau keluhannya diabaikan.
Untuk mendobrak stigma inilah, Konsorsium PERMAMPU (Perempuan Sumatera Mampu)—jaringan delapan organisasi perempuan dari Aceh hingga Lampung—menggelar peringatan Hari Kesehatan Seksual Internasional 2026 pada 4 September lalu. Mengusung tema "Merayakan Hak Kesehatan Seksual di Seluruh Siklus Kehidupan Perempuan, Khususnya Perempuan Lansia dan Pra-Lansia", acara yang digelar secara hybrid di 25 titik lintas 10 provinsi ini dihadiri oleh 262 peserta.
Diundang secara khusus sebagai narasumber ahli adalah Dr. dr. Nur Riviati, SpPD, K-Ger, FINASIM, konsultan geriatri dan founder Sehatinaja.com. Membawakan topik "Pengenalan Kesehatan Seksual pada Masa Lanjut Usia dan Membongkar Mitos vs. Fakta Kesehatan Seksual Lansia," Dr. dr. Nur Riviati menghadirkan perspektif kedokteran yang empatik dan rasional.
"Seksualitas pada lansia bukan sekadar performa fisik," tegas Dr. dr. Nur Riviati. "Konsep seksualitas pada lansia bertransformasi; meluas pada keintiman emosional, sentuhan, kasih sayang, dan kelembutan". Beliau lebih lanjut memaparkan bahwa mengabaikan aspek seksualitas dapat secara langsung menurunkan kualitas hidup lansia dan menjadi katalisator depresi.
Pemaparan ini menyentuh akar permasalahan yang dialami oleh banyak perempuan lansia: ketiadaan ruang aman. Edukasi seksualitas sering kali disempitkan sekadar pada hubungan seksual, padahal secara medis mencakup otonomi tubuh, dinamika pascamenopause, pencegahan penyakit infeksi, hingga kenyamanan psikologis.
Bagi Sehatinaja.com, advokasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) lintas generasi ini sejalan dengan visi perawatan geriatri paripurna. Menjadi lansia tidak berarti kehilangan hak atas tubuh, kesehatan, dan kebahagiaan. Membongkar mitos adalah langkah pertama; langkah selanjutnya adalah memastikan layanan kesehatan primer, seperti Puskesmas dan Posyandu Lansia, menyediakan ruang konsultasi yang ramah, rahasia, dan bebas dari penghakiman.
Link berita: https://jurnaljambi.co/2026/09/07/hari-kesehatan-seksual-internasional-2026-merayakan-hak-kesehatan-seksual-di-seluruh-siklus-kehidupan-perempuan-khususnya-perempuan-lansia-dan-pra-lansia/